urbandiginews.com – Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ilmiah ke Korea Institute of Radiological and Medical Sciences (KIRAMS), Seoul, Korea Selatan, Senin-Jumat (15-19/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional di bidang kedokteran nuklir dan proteksi radiasi, yang bertujuan memperkuat kapasitas riset serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis teknologi nuklir di Indonesia.
Kunjungan ilmiah ini merupakan bagian dari proyek International Atomic Energy Agency (IAEA) TC INS9030, berjudul “Strengthening Radiation Safety Aspects Related to the Improvement of the Production and Utilization of Radiopharmaceuticals” dalam siklus TC 2024–2025.
“Program ini dirancang untuk memperkuat proteksi radiasi dalam produksi dan pemanfaatan radiofarmaka berbasis akselerator, sekaligus mendukung pengembangan kapasitas profesional kedokteran nuklir,” kata Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) BRIN yang juga National Project Coordinator (NPC) IAEA TC INS9030, Nur Rahmah Hidayati.
Sebagai pusat pengobatan kanker terbesar di Korea Selatan, KIRAMS juga berperan sebagai IAEA and World Health Organization (WHO) Collaborating Centre dalam layanan radiasi medis. Selain itu, KIRAMS memiliki kapasitas sebagai rumah sakit rujukan dan pusat koordinasi kedaruratan radiologis dan nuklir nasional. Dengan peran ini, KIRAMS tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan utama untuk terapi kanker, tetapi juga pusat riset, pengembangan teknologi, dan pelatihan medis internasional.
“Hal ini menjadikan kunjungan tim Indonesia sangat strategis karena memberikan paparan langsung terhadap praktik terbaik global,” jelas Nur Rahmah.
Tim kunjungan terdiri atas Kepala PRTKMMN BRIN, Heru Prasetio, Nur Rahmah Hidayati, serta anggota delegasi lainnya, yakni Peneliti Ahli Muda BRIN, Bisma Barron Patrianesha, Ayu Rosemeilia Dewi (Alternate IAEA TC INS9030), M. Dlorifun Naqiyyun (Fisikawan Medis, RS MRCCC Semanggi), dan I Gede Tri Nyoman Sutrisna (Spesialis Radiofarmasi, RS Bali Mandara).
Selama kunjungan, delegasi Indonesia berkesempatan mengamati fasilitas riset dan layanan pengobatan kanker berbasis radiasi di KIRAMS. Mereka berdiskusi dengan peneliti dan praktisi Korea mengenai inovasi teknologi, standar proteksi radiasi, serta sistem manajemen data paparan radiasi medis yang diterapkan di Korea Selatan.
Kepala PRTKMMN BRIN, Heru Prasetio, mengungkapkan, kunjungan ini membuka peluang kolaborasi riset bersama di bidang kedokteran nuklir, radiofarmasi, radiobiologi, dan fisika medis. “Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan mendukung strategi nasional Indonesia dalam pengelolaan paparan radiasi medis sesuai standar internasional yang ditetapkan IAEA,” harap Heru.
Wawasan yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi masukan berharga untuk penyusunan Final Report INS TC 9030. Laporan tersebut akan memuat capaian, pelajaran yang diperoleh, dan rekomendasi strategis dari rangkaian kegiatan kerja sama teknis, sebagai referensi resmi pengembangan program kedokteran nuklir dan proteksi radiasi di Indonesia.
“Melalui inisiatif ini, Indonesia berupaya memperkuat jejaring internasional antara BRIN, rumah sakit, dan lembaga riset nasional dengan KIRAMS dan IAEA. Kunjungan ilmiah ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis teknologi nuklir di Indonesia,” tandas Heru
Penulis : Coki Dasopang
Editor : Marah Bangun
Sumber Berita : https://www.brin.go.id







