Presiden Prabowo: Saya Tidak Rela Rakyat Indonesia Disakiti

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

urbandiginews.com – Betapa marahnya Presiden Prabowo tatkala mendapat laporan bahwa ada ratusan lebih warga negara Indonesia yang disiksa akibat terjerat bujuk rayu sindikat penjualan orang ( TPPO).

Sulitnya mendeteksi keberadaan ratusan WNI di Myanmar yang menjadi korban online scam menjadi kendala proses pemulangan, dan sebagian besar keberadaan mereka berada di daerah konflik antara junta militer Myanmar dengan pasukan pemberontak yang berada persis dengan perbatasan negara Thailand.

Ketika mendapat informasi terkait keberadaan WNI di Myanmar, Presiden Prabowo segera memanggil menteri-menteri terkait untuk segera melakukan koordinasi dalam upaya melakukan pemulangan WNI korban perdagangan orang tersebut.

Salah satu perintah presiden Prabowo adalah melakukan operasi senyap agar tidak menimbulkan gejolak di Myanmar. Hal tersebut pun dibenarkan oleh menkopolkam, Budi Gunawan dan Menteri Luar Negeri Sugiono.Sugiono mengatakan pemerintah kesulitan memulangkan WNI korban online scam di Myanmar karena berangkat secara ilegal. Dan Myanmar sedang mengalami konflik, sehingga pemulangan membutuhkan waktu lebih lama.

Baca Juga :  Prabowo: Para Koruptor Tidak Akan Suka Dengan Pemerintahan Yang Berbenah Diri dan Kita Akan Digoyang dengan Isu-Isu

“Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa untuk bisa berhasil sampai dan melakukan upaya evakuasi dari warga negara Indonesia yang ada di Myanmar tersebut,” tutur Sugiono.

Sementara itu Menkopolkam, Budi Gunawan mengatakan bahwa keberhasilan memulangkan 554 WNI berkat operasi senyap yang dilakukan pemerintah Indonesia atas arahan Presiden Prabowo.

“Operasi secara senyap ini kita lakukan semuanya atas perintah dan arahan Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto. Beliau sangat menaruh perhatiannya sangat serius terhadap nasib para pekerja migran kita di luar negeri,” kata Budi.

Baca Juga :  Tarik Ulur Kenaikan PPN 12 Persen: Ditunda, Menunggu Stimulus?

Kepulangan 554 WNI korban online scam dari Myanmar menjadi kado terindah di Hari Raya Idul Fitri dari Pemerintah Indonesia untuk ratusan keluarga yang menunggu kepulangan keluarga mereka dari Myanmar.

Peluk tangis pun pecah tatkala ratusan WNI menginjakkan kakinya di tanah air, tak henti-hentinya mereka mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah dan Presiden Prabowo yang telah berhasil membawa pulang mereka kembali ke tanah air sehingga dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

*Revolusi Putih Prabowo Subianto

Penulis : Muchlis Hassan.

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB