Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Untuk Talenta Muda Penggerak Ekonomi Digital Nasional

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​

urbandiginews.com – Indonesia memiliki talenta muda yang luar biasa sebagai penggerak kemajuan ekonomi digital nasional. Untuk terus memperkuat para talenta muda nasional, Bank Indonesia (BI) menginisiasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Bank Indonesia, Jakarta (23/2). Program ini diinisiasi BI berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI. PIDI dirancang untuk mengakselerasi berbagai solusi digital yang siap diterapkan di industri, memperluas inklusi keuangan, dan memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata. Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” demikian disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, di momen tersebut. PIDI mempertemukan talenta, regulator, industri, dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif.

Baca Juga :  Telkom Akselerasi Ekonomi Digital melalui Teknologi AI

PIDI diwujudkan dalam program Digdaya dan Hackathon. Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda. Sementara itu, Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi nasional, ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, membangun prototipe, dan memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri. Melalui Digdaya dan Hackathon, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi mendapatkan pelatihan terstruktur, sertifikasi, mentoring profesional, hingga business matching dengan industri dan job fair. Program ini berfokus pada solusi atas tiga problem statement, yaitu (i) Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan, (ii) Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja, dan (iii) ⁠Percepatan Layanan Publik, Ekonomi Kreatif, dan Ekspor Jasa Digital.

Inisasi PIDI yang mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” sekaligus secara resmi membuka pendaftaran Digdaya x Hackathon 2026 yang akan berlangsung selama periode  23 Februari hingga 27 Maret 2026. Tim yang dinyatakan lolos seleksi tahap awal akan mengikuti program pelatihan yang mencakup pendalaman berbasis kebutuhan riil industri untuk mematangkan ide inovasinya. Pada tahap berikutnya, tim yang terpilih akan memvisualisasikan ide inovasinya dalam bentuk video proof of concept. Selanjutnya, tim dengan ide terbaik akan mengembangkan prototipe yang didampingi mentor dan dipertemukan dengan industri dan investor sebagai off-taker agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan scalable. BI berharap inisiatif ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional.

Baca Juga :  Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Melalui kerja bersama antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa, BI menegaskan komitmennya dalam membangun struktur ekonomi digital yang kuat, aman, dan berdaya saing global. Dengan ekosistem yang terintegrasi, inovasi diharapkan tidak berhenti sebagai ide, tetapi menjadi solusi yang meningkatkan efisiensi, memperluas akses keuangan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Untuk informasi selengkapnya kunjungi: https://pidi.id dan akun Instagram @Pusatinovasidigitalindonesia.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://www.bi.go.id/id

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB