Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T melalui Program CSR Fiber Academy

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6).

Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6).

 

“Perkuat pendidikan vokasi melalui fasilitas laboratorium fiber optik dan sertifikasi kompetensi bagi guru SMK”

 

urbandiginews.com – PT Telkom Akses (Telkom Akses) yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Fiber Optik (FO) SMK 3T di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Jumat (26/6), yang dilaksanakan secara hybrid dan terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam pengembangan kompetensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ekosistem pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Libur Nataru 2025: Pertamina NRE Jamin Pasokan Energi Ramah Lingkungan

“Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan,” ucap Nizar.

Program bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp100 juta ini dilaksanakan selama enam bulan dengan sasaran tiga sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.

Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6).

Para guru mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang mencakup materi konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan serat optik. Seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3 sebagai bekal untuk mentransfer kompetensi kepada para siswa.

Selain pelatihan, Telkom Akses juga membangun laboratorium praktik Fiber Optik yang dilengkapi perangkat simulasi seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesorisnya, serta papan simulasi rumah pelanggan. Laboratorium tersebut dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses dan dibangun melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan.

Baca Juga :  Dorong UMKM Berorientasi Ekspor, Kemendag Kolaborasi dengan Google Indonesia Luncurkan Gemini Academy

Nizar juga berharap dengan adanya program CSR Fiber Academy, semakin banyak talenta dari penjuru negeri untuk berkembang dan berkontribusi bagi industri digital nasional.

“Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagi daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional,” tutup Nizar.

Program ini diperkirakan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.400 ribuan siswa di tiga SMK penerima manfaat tersebut. Selain memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, para siswa juga memiliki kesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat maksimal enam bulan. Ke depan, fasilitas laboratorium yang telah diresmikan dapat menjadi pusat pembelajaran yang berkelanjutan bagi para guru maupun siswa.

#ElevatingYourFuture

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB