urbandiginews.com – Telkom Indonesia semakin agresif memperkuat fondasi digital nasional dengan menyiapkan anak usaha baru bernama infraNexia – entitas khusus yang akan mengelola dan memiliki penuh aset jaringan fiber Telkom. Proyek spin-off besar ini ditarget selesai pertengahan 2026 dan diposisikan sebagai langkah strategis Telkom memasuki era infrastruktur digital yang lebih terbuka dan efisien.
Dalam ajang Telkom’s 2030: Empowering the Nation through Sustainable Digitalization yang digelar di Jakarta, Senin (1/12/2025), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, memaparkan progres pemisahan usaha tersebut.
“Komposisinya 88 persen dari internal Telkom Group, 12 persen dari luar, termasuk operator lokal,” jelasnya. Menurut Angelo, spin-off ini membuat struktur kepemilikan aset menjadi lebih transparan dan memungkinkan publik menilai skala aset fiber Telkom yang “sangat besar”.
Dengan kehadiran infraNexia, Telkom tidak hanya memisahkan operasional jaringan, tetapi juga mentransfer kepemilikan aset infrastruktur ke anak usaha tersebut. Model ini membuka ruang network sharing yang lebih netral, efisiensi operasional, dan tata kelola yang lebih kuat.
Tahap pertama spin-off telah tuntas, dengan lebih dari 50% aset fiber terpilih dialihkan ke TIF. Setelah itu, infraNexia akan beroperasi sebagai infraco murni—fokus pada efisiensi, transparansi keuangan, dan peningkatan nilai aset.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari transformasi Telkom menuju struktur holding-operating company yang lebih modern.
“Holding fokus strategi, anak usaha fokus eksekusi. Setelah fase satu selesai Desember, kami target fase dua rampung semester pertama tahun depan,” ujarnya.
Meski bentuk final infraNexia masih dalam tahap desain, Seno menegaskan ambisi jangka panjang Telkom:
“Kita ingin infraNexia tumbuh besar. Ini akan menjadi the next Telkomsel.”
Jika terealisasi, infraNexia akan menjadi salah satu pemain kunci ekosistem infrastruktur internet Indonesia—mendorong konektivitas nasional yang lebih cepat, terbuka, dan sustainable.
Penulis : Coki Dasopang
Editor : Marah Bangun







