urbandiginews.com – Film horor terbaru “Dendam dalam Dosa” produksi Motion Brother Studio dijadwalkan tayang di jaringan bioskop SAM’S Studios mulai 10 April 2025. Di balik cerita menegangkan dan lanskap Majalengka yang memukau, film ini menyimpan satu elemen penting yang menjadikannya lebih dari sekadar film horor biasa: musik tema yang digunakan merupakan karya terakhir almarhum Areng Widodo, salah satu maestro musik film Indonesia.
Nama Areng Widodo bukanlah nama baru di jagat musik Tanah Air. Lahir di Yogyakarta pada 14 Desember 1956, Areng mengawali karier seninya lewat dunia teater bersama Bengkel Teater WS Rendra. Dari sana, ia merambah dunia musik dan menciptakan berbagai lagu ikonik seperti “Syair Kehidupan” (Achmad Albar) dan “Jarum Neraka” (Nicky Astria). Karya-karyanya dikenal memiliki ciri khas kuat: emosional, ekspresif, dan berakar pada identitas budaya Indonesia.
Dari Panggung ke Layar Lebar
Areng Widodo juga meninggalkan jejak penting dalam perfilman nasional. Ia mulai merintis karier sebagai penata musik film sejak 1981 melalui Tujuh Wanita. Puncak prestasinya terjadi pada Festival Film Indonesia 1990 ketika ia meraih Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik lewat film Jangan Renggut Cintaku. Namanya kembali masuk nominasi FFI untuk sejumlah film lain, di antaranya Malioboro (1989), Lagu untuk Seruni (1991), dan Boss Carmad (1991).
Pengaruh mendalam Areng dalam musik film tidak lepas dari pertemuannya dengan maestro biola Idris Sardi. Sebuah komentar lugas dari Idris—”Kamu tidak hebat, tapi juga tidak jelek. Tapi kamu beda.”—menjadi cambuk kreatif yang terus menyala hingga akhir hayatnya pada 31 Oktober 2019.
Karya Terakhir yang Menghidupkan Horor
Film “Dendam dalam Dosa” menghadirkan lagu tema ciptaan Areng sebagai elemen sentral dalam atmosfer cerita. Lagu ini dibawakan oleh Devi Sukistyowati, dengan aransemen yang menonjolkan nuansa etnik dan mistis, sekaligus memberi lapisan emosional yang kuat di tengah kisah horor yang berlangsung.
Kehadiran musik Areng dalam film ini bukan hanya pelengkap suasana, tetapi juga sebagai “jiwa” dari narasi. Ini menjadi karya pamungkas Areng Widodo dalam industri film, sebuah penutup perjalanan panjang yang penuh dedikasi terhadap musik dan sinema.

Lebih dari Sekadar Film Horor
Dibintangi oleh talenta muda dan mengambil latar lokasi alam eksotis seperti Terasering Panyaweuyan, Situ Cipanteun, hingga Paralayang Majalengka, Dendam dalam Dosa menampilkan kontras antara keindahan alam dan teror psikologis.
Namun bagi banyak pengamat dan penikmat seni, nilai lebih film ini justru hadir lewat musik temanya, yang tidak hanya memperkuat suasana, tapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir untuk sosok yang telah berjasa besar dalam membangun karakter suara dalam sinema Indonesia.
“Dendam dalam Dosa” akan tayang di 16 kota melalui jaringan SAM’S Studios, termasuk Cianjur, Gombong, Kediri, Subang, dan Solo.
Trailer resmi dapat ditonton di: https://youtu.be/Jm2gQNTtVyM
Penulis : Eka Sanur
Editor : Marah Bangun







